Minggu, 15 Juni 2014
Senin, 02 Juni 2014
Realitas mahasiswa organisatoris
“Resah
kemudian pasrah adalah bentuk pengkhianatan terhadap kaum mahasiswa”
Salah satu motto yang mengantarkan
engkau kerana organisasi, dari banyaknya motto yang dikluarkan oleh orang-orang
yang dipandang sebagai kaum intelektual, kata intelektual yang melekat pada
diri seorang mahasiswa memberikan banyak tanda tanya kepada engkau, dimana
letak intelektualnya mahasiswa ketika
realitas kehidupan berada dalam keadaan tidak baik-baik saja? pertanyaan
itu menjadikan engkau resah melihat keadaan dan membawa dirimu dalam kehidupan
berorganisasi, selama berada dalam lingkup organisasi intra kampus telah engkau
rasakan manis pahitnya suatu kehidupan, organisasi yang awalnya dipandang
negatif dengan berbagai masalah dalam mengatur waktu, akademik yang tidak terurus, IPK yang selalu
dibawa harapan, namun itu semua hanya bualang oleh segilintir orang, dalam
berorganisasi engkau merasakan keluarga,
berbagi, peduli, mengabdi, serta memandang dunia lebih luas.
Engkau yang berjalan dengan tegak
gagah perkasa, mengenakan baju PDH
dengan lambang kebanggaan mu berada disisi kiri kanannya, serta memakai tas
outdor yang berisikan berkas-berkas yang selalu engkau analisis untuk lebih
lanjut, dan buku bacaan yang dapat mematangkan mu di kemudian hari, panggilan rapat mu
sana-sini, diskusi dan kajian menjadi rutinitas mu setiap malam hingga pagi
menyapa, konsep kegiatan yang selalu engkau bahas panjang lebar seolah tak berujung
hanya untuk mencapai tujuan organisasi mu, nilai-nilai yang kerap kali engkau
tanamkan kepada setiap kader mu agar menjadi penerus organisasi, apakah ini
semua dapat membawa realitas kehidupan
negaramu menjadi lebih baik?
Langganan:
Postingan (Atom)