Senin, 02 Juni 2014

Realitas mahasiswa organisatoris



“Resah kemudian pasrah adalah bentuk pengkhianatan terhadap kaum mahasiswa”
            Salah satu motto yang mengantarkan engkau kerana organisasi, dari banyaknya motto yang dikluarkan oleh orang-orang yang dipandang sebagai kaum intelektual, kata intelektual yang melekat pada diri seorang mahasiswa memberikan banyak tanda tanya kepada engkau, dimana letak intelektualnya mahasiswa ketika  realitas kehidupan berada dalam keadaan tidak baik-baik saja? pertanyaan itu menjadikan engkau resah melihat keadaan dan membawa dirimu dalam kehidupan berorganisasi, selama berada dalam lingkup organisasi intra kampus telah engkau rasakan manis pahitnya suatu kehidupan, organisasi yang awalnya dipandang negatif dengan berbagai masalah dalam mengatur waktu,  akademik yang tidak terurus, IPK yang selalu dibawa harapan, namun itu semua hanya bualang oleh segilintir orang, dalam berorganisasi engkau merasakan keluarga,  berbagi, peduli, mengabdi, serta memandang dunia lebih luas.
            Engkau yang berjalan dengan tegak gagah perkasa,  mengenakan baju PDH dengan lambang kebanggaan mu berada disisi kiri kanannya, serta memakai tas outdor yang berisikan berkas-berkas yang selalu engkau analisis untuk lebih lanjut, dan buku bacaan yang dapat mematangkan mu  di kemudian hari, panggilan rapat mu sana-sini, diskusi dan kajian menjadi rutinitas mu setiap malam hingga pagi menyapa, konsep kegiatan yang selalu engkau bahas panjang lebar seolah tak berujung hanya untuk mencapai tujuan organisasi mu, nilai-nilai yang kerap kali engkau tanamkan kepada setiap kader mu agar menjadi penerus organisasi, apakah ini semua dapat membawa  realitas kehidupan negaramu menjadi lebih baik?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar